Tugas MPKMB

September 16th, 2010

Nama   : Vina O. Simanjuntak

NRP    : H14100009

Laskar  : 9

Ludwig van Beethoven

Ludwig van Beethoven (dibaptis 17 Desember 1770 di Bonn, wafat 26 Maret 1827 di Wina) adalah seorang komponis musik klasik dari Jerman. Karyanya yang terkenal adalah simfoni kelima dan kesembilan, dan juga lagu piano Für Elise. Ia dipandang sebagai salah satu komponis yang terbesar dan merupakan tokoh penting dalam  masa peralihan antara Zaman Klasik dan Zaman Romantik. Semasa muda, ia adalah pianis yang berbakat, populer di antara orang-orang penting dan kaya di Wina, Austria, tempatnya tinggal. Namun, pada tahun 1801, pada saat ia sedang dalam puncak kariernya ia mulai menjadi tuli. Dia menjadi depresi dan minder dalam pergaulan sosial

Pada akhirnya ia keluar dari masa depresi dan kemuraman. Dalam ketuliannya ia tetap menghasilkan banyak karya yang luar biasa, meskipun pada awalnya dia sempat depresi. Dia tetap tekun berkarya, seperti tidak ada penghalang baginya dalam menghasilkan karya-karya tersebut.

Ketuliannya semakin parah dan pada 1817 ia menjadi tuli sepenuhnya. Meskipun ia tak lagi bisa bermain dalam  konser, ia terus mencipta musik, dan pada masa ini mencipta sebagian karya-karyanya yang terbesar. Ia menjalani sisa hidupnya di Wina dan tak pernah menikah.

Alasan saya memilih Ludwig van Beethoven sebagai tokoh inspirasi saya adalah ketekunannya dalam berkarya. Ia tak mau berputus asa walaupun penyakit yang paling menyedihkan bagi seorang pemusik yaitu ketulian ia derita. Ia tetap mau berjuang. Dan perjuangannya pun menghasilkan buah yang baik. Menurut saya keteguhan hatinya sangat luar biasa. Saya sangat terinspirasi oleh usaha dan perjuangnnya.

Tugas MPKMB

September 16th, 2010

Nama   : Vina O. Simanjuntak

NRP    : H14100009

Laskar  : 9

Pengalaman pribadi yang Menginspirasi

Ketika saya duduk di bangku SMP. Banyak kisah yang terjadi di sekitar saya. Akan tetapi hal yang paling menginspirasi saya adalah kisah ini.

Ketika SMP, saya sering sekali mengalami kegagalan. Hal ini disebabkan oleh karena kesalahan manajemen waktu yaitu terlalu santai dan senang menunda-nunda waktu. Saya selalu ingin menghentikan hal ini, akan tetapi tidak pernah berhasil, selalu ada kendala. Saya bingung harus berbuat apa.

Hingga suatu hari, saya mengalami kegagalan yang menyedihkan, saya mendapat nilai jelek dan penurunan peringkat. Saya sedih sekali, karena sudah mengecewakan orang tua saya.

Dengan beban yang berat, saya nyaris putus asa, suatu hari saya berbincang-bincang dengan seorang teman saya yang merupakan salah satu siswa berprestasi di sekolah saya. Dia bercerita tantang bagaimana kesehariannya kepada saya. Dia sangat sibuk bekerja di sawah membantu orangtuanya, tetapi dia terampil memanajemen waktu dengan baik. Terbukti dari hasil belajarnya yang bagus. Selesai berbincang-bincang dengannya, sepanjang perjalanan pulang sekolah, saya berpikir, jika dia yang sesibuk itu dapat mengatur waktunya dengan baik, kenapa tidak saya coba saja mengatur waktu juga dengan baik. Kenyataanya ketika di rumah saya tidak terlalu sibuk.

Akhirnya, saya mencobanya dengan cara membuat jadwal belajar. Hasilnya, sangat memuaskan,  hasil belajar saya meningkat, orangtua saya bangga, dan karena kegiatan belajar terjadwal, saya menjadi lebih giat belajar, dan terbiasa hingga saat ini. Beberapa kali, saya berterimakasih kepada teman saya dan terutama kepada Tuhan yang member saya kesempatan untuk bangkit dari kegagalan.